Kamis, 15 Juni 2017

Bukit Harapan Cuntel, Pohon Kering diatas Bukit

Bukit Harapan Cuntel, Pohon Kering diatas Bukit
Cuntel, Sebuah nama desa yang tentunya sudah tidak asing bagi pendaki yang pernah menapakkan kakinya di Gunung Merbabu karena Cuntel merupakan salah satu jalur favorit pendakian gunung tersebut. Desa ini merupakan desa terakhir menuju ke puncak merbabu melalui sisi utara. Namun yang akan kami sampaikan saat ini bukan tentang pendakian gunung merbabu, melainkan wisata yang cukup memanjakan mata di Desa Cuntel ini sendiri. Yakni BHC atau Bukit Harapan Cuntel.
Bukit Harapan Cuntel atau yang biasa disebut BHC merupakan wisata yang menyuguhkan pemandangan yang sungguh indah. Wisata ini terletak di Cuntel, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kab. Semarang. Tempat wisata ini terdapat sebuah pohon kering yang terdapat papan tanpa atap dan disertai tangga untuk membantu kita sampai ke atas. Pohon kering tersebut merupakan ikon tempat ini.
Rute menuju wisata ini tidaklah sulit. Jika teman-teman dari semarang, salatiga, atau solo yang pertama harus dicari adalah perempatan salib putih yang berada di jalan lingkar selatan Salatiga, kemudian ke arah barat sekitar 15 km menuju Kopeng. Sebelum taman Wisata Keluarga Kopeng, terdapat pertigaan yang terdapat arah ke basecamp Merbabu, kalian cukup ikuti petunjuk tersebut. Sesampainya di basecamp Merbabu, kita masih perlu belok ke kanan dan ikuti petunjuk ke BHC/Pohon Kering. Oh ya, sebelum basecamp juga ada wisata Pohon Kering, tapi bukan itu yang saya maksud di tulisan kali ini.
Sebelum sampai di lokasi, kita perlu memarkirkan kendaraan kita di lahan parkir yang telah disediakan oleh warga. Kita dikenakan biaya Rp. 2000 untuk parkir sepeda motor dan Rp 5000 untuk mobil. Kemudian kami harus berjalan sekitar 50m untuk sampai di pohon kering. Sesampai di pohon kering, kita dikenakan biaya Rp. 2000 per orang. Sangat terjangkau bukan?
Nah kita sudah sampai dilokasi, dari sini kita dapat melihat Gunung Telomoyo, Gunung Andong dengan sangat jelas. Rawa Pening juga terlihat dari atas sini. Tentunya pemandangan seperti disini tidak bisa kita nikmati disembarang tempat.
Selain terdapat pohon kering, wisata ini dilengkapi dengan gazebo-gazebo sekedar untuk melepas lelah, juga ada ayunan serta warung. Tempat wisata ini sudah cukup baik, hanya saja lahannya yang terlalu sempit sehingga membuat kita harus sedikit menunggu jika ingin berfoto. Tapi secara keseluruhan sudah bagus kok.
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.

Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.



ini pohon kering yang menjadi ikon

ini pohon sebelah. bukan di BHC ya

pohon kering bukit harapan cuntel

ada ayunannya juga lhoo

di kaki gunung merbabu



Goa Rong View, Menikmati Rawa Pening dari Ketinggian

Goa Rong View, Menikmati Rawa Pening dari Ketinggian
Goa Rong/Gunung Rong – Merupakan wisata yang menyuguhkan pemandangan Rawa Pening dari atas bukit. Sesuai namanya, di tempat wisata ini terdapat goa kecil tetapi tidak dapat dimasuki karena ukurannya yang kecil. Selain itu, terdapat resto yang menyediakan aneka makanan dan minuman serta terdapat tempat untuk mengadakan suatu acara.
Wisata yang satu ini terletak di Tlogo, Kec. Tuntang, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Wisata Goa Rong ini berada di atas perbukitan yang menyulitkan kita untuk menjangkaunya, tetapi tenang saja. Tetap terjangkau kok, baik dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda motor bahkan mobil.
Rute nya, apabila teman-teman dari arah semarang/salatiga pertama yang harus dicari adalah pertigaan tuntang dekat dengan jembatan tuntang. Di pertigaan ini telah terdapat petunjuk arah, yaitu menuju desa tlogo. Bagi yang dari Semarang belok ke kiri, bagi yang dari Salatiga belok ke kanan. Kemudian berjalan mengikuti jalan cukup jauh. Setelah lapangan tlogo, terdapat pertigaan yang di sebelah kanan ada warungnya, nah teman-teman bisa belok ke kanan. Kita akan memasuki jalan desa, memang jalannya sempit, sepi, dan banyak persimpangan, tapi kita tetap istiqomah di jalan yang lurus saja. Jika teman-teman bingung, banyak warga sekitar yang dapat kita tanyai, jadi jangan ragu untuk bertanya. Seperti yang saya sebutkan di awal, lokasinya cukup terpencil dan harus melewati perkebunan yang cukup sepi.
Sebelum menaiki bukit, kita akan dimintai untuk membayar tiket masuk terlebih dahulu. Terakhir saya ke sana tiketnya sebesar Rp. 8000 perorang yang nanti dapat ditukarkan dengan soft drink dan Rp. 2000 untuk parkir sepeda motor.
Urusan administrasi telah selesai, saat nya kita berjuang lagi. Kita harus sedikit mendaki bukit ini. Saya sarankan siapkan kendaraan yang sehat lahir batin ya. Hihi. Untuk sampai di puncak bukit, kita dihadang jalan menanjak tanpa ampun sedikitpun. Tetapi dengan kesabaran dan ketelatenan, akhirnya kita dapat sampai di puncak bukit. Oh iya, selain dengan kendaraan, kita juga dapat mendaki dengan kaki lhoo. Sekitar setengah – satu jam saja kita sudah sampai di atas dengan berjalan kaki membelah rimbunnya hutan.
Sesampainya di atas, langsung disambut petugas parkir yang mengarahkan kita untuk memarkirkan kendaraan kita di tempat yang masih kosong. Lahan parkir sudah cukup luas. Kemudian dengan berjalan kaki kita dapat menikmati rawa pening dari ketinggian, atau sekedar bersantai di gazebo-gazebo yang telah disediakan. Tempat ini cocok dijadikan sebagai rekreasi keluarga, karena terdapat taman dan beberapa permainan anak-anak serta terdapat beberapa macam hewan, mulai dari burung hingga kelinci. Apabila lapar, kita dapat memesan makanan atau sekedar membeli minuman kemasan di Resto-nya.
Ada yang tanya tentang Goa Rong-nya? Goa tersebut berada di pertengahan bukit. Maksudnya ada di tengah-tengah antara loket karcis dan puncak. Apabila teman-teman memilih untuk mendaki bukit ini, maka akan dengan mudah menemukan Goa Rong tersebut, tetapi jika teman-teman menggunakan kendaraan, kita perlu turun kembali melalui jalur yang sudah disediakan dan jalannya pun sudah cukup bagus karena telah dibuatkan anak tangga. Berbeda dengan kali pertama saya main ke tempat wisata ini, belum dapat dilalui motor dan masih berupa tanah ditutupi dengan batu-batu kecil. Tiket masuknya pun masih sangat murah, yakni hanya perlu bayar parkir motor Rp. 2000. Hihi
Saya sarankan bagi yang tidak kuat jalan jauh, tidak perlu mengunjungi Goa nya, karena perjalanan sangat menguras tenaga, daripada bisa sampai goa nya dan tidak dapat naik lagi.. :D
Kabarnya, di Goa Rong View ini kita bisa melihat Sunrise dan Sunset lhoo. Tapi kami sendiri belum pernah nyoba, nanti kalau sudah nyoba kita bakalan berbagi dengan teman-teman kok.
Oh iya ada yang unik, di wisata ini disediakan mushola kecil. Yang membuat unik, mushola ini tembus pandang ke pemandangan Rawa Pening dan hijaunya perkebunan. Membuat susah konsentrasi ketika sholat. Yuk cobain!
Jika ingin menikmati Rawa Pening dari dekat, teman-teman bisa mengunjungi Jembatan Biru
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.

Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.
kalau cuaca cerah, pemandangannya ajiib!!

ini goa nya yang tidak seberapa

belakang sudah rawa pening lhoo

duduk bersantai gi gazebo goa rong. alay? yoben. haha

arena bermain goa rong

kelinci di goa rong



Selasa, 06 Juni 2017

Menengok Saksi Mati Sejarah di Benteng Pendem Ambarawa (Benteng Fort Willem I)

Menengok Saksi Mati Sejarah di Benteng Pendem Ambarawa (Benteng Fort Willem I)
Setelah ditulisan yang lalu membahas tentang Kampung Pelangi yang terletak di desa Bejalen, kini akan membahas tempat yang bersebelahan dengan Kampung Pelangi. Yakni wisata sejarah Benteng Pendem.
Benteng Fort Willem I atau lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem Ambarawa adalah bangunan bersejarah yang berada di Ambarawa, SemarangJawa Tengah. Benteng yang dibangun pada tahun 1834 dan selesai 1845, ini berada dekat dengan Museum Kereta Api, atau di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa, dan berada di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambarawa. Benteng ini pernah digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk film Soekarno yang di sutradarai oleh Hanung Bramantyo (Wikipedia).
Akses menuju wisata sejarah ini cukup mudah mudah sulit. Terdapat dua pilihan pintu masuk. Melalui samping RSUD Ambarawa dan melalui pintu masuk Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Ambarawa. Kemarin kami lewat pilihan pertama, yaitu samping RSUD Ambarawa. Maaf untuk akses jalan leea tidak begitu paham. Hihi. Nanti ijika leea sudah paham akan leea perbaiki. Atau mungkin teman-teman ada yang berniat baik membantu leea dalam menliskan akses jalan?
Sesampai di pintu masuk Benteng Pendem ini, terdapat arah untuk memarkirkan kendaraan kita. Tempat parkir yang digunakan merupakan bangunan yang sepertinya sudah di fungsikan lagi.
Kami hanya dikenakan biaya Rp.5000 untuk parkir satu sepeda motor. dan tidak dipungut biaya lagi untuk masuk ke Benteng Pendem tersebut. Terjangkau bukan? Dan ditempat parkir ini kita sudah diperingatkan oleh penjaga nya untuk tidak naik ke lantai dua. Karena dilantai dua masih ditinggali oleh pensiunan tentara. Padahal sebelum ini, kami pernah kesini pada tahun 2014 dan masih diperbolehkan naik hingga ke atas.

(Ini foto tahun 2014 ketika masih diperbolehkan naik ke atas)
Dari tempat parkir nuansa jaman dahulu kala sudah tercium. Bangunan yang mayoritas sudah usang dan cat bahkan temboknya sudah memudar dan mengikis merupakan bukti bahwa bangunan ini sudah berdiri sejak lama.
Pintu masuk benteng yang sebenarnya pintu belakang ini berbentuk lingkaran seperti terowongan dengan panjang kurang lebih 3 meter. Setelah itu terlihat benteng yang cukup memprihatinkan kondisinya, tetapi tetap terlihat gagah. Ketika itu, kami berjalan mengelilingi benteng pendem ini. Kami berjalan ke kanan terlebih dahulu, diujung terdapat mushola dengan khas bangunan kuno. Masjidnya cukup terawat.



Kemudian disisi belakang (yang sebenarnya depan) terdapat Lapas ambarawa yang kondisinya masih bagus karena memang bangunan ini masih berfungsi hingga sekarang. Disamping kiri bangunan yang cukup terawat ini terdapat ‘bekas’ bangunan. Kenapa saya katakan bekas karena yang tersisa hanya puing-puing nya saja. Kemudian disamping kirinya lagi terdapat bangunan benteng. Bangunan ini pendek dengan pintu/jendela yang cukup sempit dan kecil tanpa ventilasi. Tentunya pintu tersebut tergembok dengan rapat. Mungkin pada jaman dahulu bangunan tersebut digunakan untuk tempat persembunyian/berlindung atau digunakan untuk penjara ya. Entahlah.
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.
Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.










Kamis, 01 Juni 2017

Kampung Pelangi atau Kali Warna Bejalen, Tempat Pas mengisi Stok Galeri Foto

Kampung Pelangi atau Kali Warna Bejalen, Tempat Pas mengisi Stok Galeri Foto
Assalamualaikum,
Hallo.. Seperti biasa menyempatkan jalan-jalan di waktu yang sebenarnya nggak pas. Bagaimana bisa? Ditengah dikejar deadline buat ujian dan mengumpulkan ini dan itu.
Alhamdulillah menengok kalender bulan Mei, ada tanggal berwarna merah tidak pada tempatnya, tanpa pikir panjang langsung atur strategi untuk liburan. Dan syukurlah implementasinya seperti perencanaan. Jadi kita camp di Mawar lalu paginya baru deh jalan-jalan. Jalan-jalan kemana? Ada dua tujuan yaitu Benteng pendem dan Kampung Pelangi, mana ya yang mau di tulis kali ini? Sepertinya ditulis yang lagi hits dulu yaa. Okay, dalam tulisan kali ini kita akan mengupas tuntas tentang Kampung Pelangi Bejalen
Ada yang sudah pernah ke Kampung Pelangi Bejalen? Ah pasti sudah banyak yang mengunjungi tempat wisata satu ini, apalagi warga pemuda pemudi sekitar Kabupaten Semarang. Sudah pastinya telah mengetahui Kampung Pelangi ini.
Bagi yang belum tau, leea mau berbagi pengalaman ini. Jika ada kesalahan dalam memberikan informasi, boleh banget dibenarkan dan diberikan saran.
Kampung Pelangi atau Kali Warna Bejalen ini terletak di Dese Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Kampung pelangi berada di tepi jalan lingkar ambarawa. Rute menuju tempat wisata ini tidaklah sulit. Jika teman-teman dari semarang/ambarawa, bisa melewati jalan lingkar Ambarawa. Sebelum sampai desa bejalen, kalian akan melewati Kampung Rawa terlebih dahulu. Kemudian di kiri jalan akan ada tugu bertuliskan “Desa Wisata Bejalen”. Untuk yang dari salatiga, teman-teman bisa melewati Kecamatan Banyubiru, sesampainya di lampu lalu lintas Jalan Lingkar Ambarawa, kita belok kanan. Kemudian kampung pelangi ada di kanan jalan.
Sesampainya di Tugu yang sekaligus pintu masuknya, terdapat petugas yang akan mengarahkan kita untuk memakirkan motor kita ditempat semestinya. Oh iya, saat kita masuk ke tempat wisata ini, kita dikenakan tarif Rp 3000 rupiah perorang dan Rp 2000 rupiah untuk parkir Motor, dengan tarif yang cukup murah tersebut kita juga dapat cemilan yaitu Stik rasa betutu. Mungkin ini cara masyarakat untuk memperkenalkan makanan khas daerah tersebut.


Dari parkiran, kampung pelangi belum nampak. Kita harus jalan kaki cukup jauh dahulu sebelum memanjakan mata. Setelah berjalan kaki melewati gang khas pedesaan yang cukup sempit, terlihat jembatan yang di cat dengan berbagai warna dan dihiasi bola-bola dari ukuran kecil hingga sedang dengan berbagai warna pula.
Tempat ini juga dikatakan Kali Warna Bejalen. Mungkin alasannya karena tempat wisata ini berada di pinggiran kali. Uniknya, hanya sisi yang menghadap ke kali yang di cat dengan berbagai warna pelangi, sedangkan sisi lainnya seperti rumah normal pada umumnya.
Banyak sekali spot foto yang unik disini, mulai dari asbes yang di ‘berdirikan’ kemudian di cat warna warni, kemudian tembok rumah yang di cat dengan motif hati, polkadot, sampai gambar tiga dimensi. Silahkan ingin berfoto dengan latar belakang yang mana. Di desa wisata ini kita dapat menyewa perahu motor untuk berkeliling rawa pening dengan harga yang cukup terjangkau dan perlengkapan keamanan yang memadai.
Seperti tempat wisata lainnya, tentu saja di tempat wisata banyak yang menjajakan daganggan seperti makanan dan minuman. Tetapi jangan khawatir, harga makanan dan minuman ini masih dalam batas normal. Hehehe
Saya sarankan jika teman-teman ingin mengunjungi desa bejalen ini, pergilah disaat pagi atau sore agar tidak bertarung dengan sinar matahari. Semoga tempat ini dapat memperbaiki suasana hati kalian.
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.
 Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.










Minggu, 09 April 2017

Hutan Pinus Grenden di Pogalan Magelang, Liburan Paket Komplit

Hutan Pinus Grenden di Pogalan Magelang, Liburan Paket Komplit
Dalam tulisan kali ini kami ingin berbagi kisah dan pengalaman selama jalan-jalan. Masih di hawa yang dingin dingin syahdu gitu, kalau di postingan lalu di kawasan selo, kali ini melesat menyebrangi gunung merbabu ke daerah magelang yaitu ke konsevasri alam Grenden. Mungkin sudah banyak yang kenal dengan tempat wisata yang satu ini, untuk yang belum tahu bisa disimak tulisan leea kali ini yes.
Konservasi alam Grenden merupakan wisata alam yang menyajikan berbagai macam pilihan wisata yang dapat dinikmati mulai usia belia hingga dewasa menjelang tua. Sesuai namanya, wisata grenden ini terletak di Dusun Grenden, Desa Pogalan, Pakis, Magelang, Jawa tengah. Berada di lereng gunung merbabu, desa ini memiliki udara yang dingin dan pemandangan yang menakjubkan. Lalu, apa saja wisata yang ada di grenden ini? Banyaaak sekali, antara lain
1.      Hutan pinus
2.      Tebing batu rembesan
3.      Mandi kabut
4.      Suara kicau burung
5.      View 1600 mdpl
6.      Spot selfi
7.      Flying fox
8.      Downhill
9.      Prewedding
10.  Sunset
11.  Outbond
12.  Campground
Banyak sekali bukan? Tertarik liburan bersama terkasih ke tempat indah ini? Dikesempatan yang berbahagia ini sekalian akan ku share rute menuju ke surga tersembunyi ini. Di pahami ya.
Jika kalian dari salatiga, arahkan kendaraan kalian ke arah kopeng, ikuti jalan saja hingga ketemu pertigaan arah ke ketep pass. kemudian ikuti jalan menuju gardu pandang ketep pass dan top selfi. Grenden ini terletak di kiri jalan setelah top selfi dan sebelum ketep pass. Alangkah indahnya jika berlibur ke grenden sekalian mampir ke top selfi dan ketep pass sekalian ya.
Jika kalian dari arah borobudur, maka letak wisata ini di kanan jalan setelah ketep pass dan sebelum top selfi. Kalian akan melihat MMT besar bertuliskan GRENDEN dan berbagai wisata yang ditawarkan.
Setelah MMT grenden tersebut, kalian hanya butuh untuk mengikuti jalan yang cukup mengerikan. Jalannya sudah lumayan, tanah diberi alas batu batu yang disusun sungguh cantik. Kemudian akan melewati pemukiman penduduk dan melewati jalan dua tapak. Cukup sepi, tapi jangan khawatir, bebas begal. insyaAllah.
Untuk biaya masuknya, Ketika kami berlibur, kami hanya berdua. Kami dikenai biaya masuk 3000 rupiah perorang. Dan 2000 untuk parkir motor. Mungkin akan sedikit naik jika hari libur.
Okay, akan kita kupas satu persatu wana wisata tersebut.
1.      Hutan pinus
Jika sudah sampai di loket grenden, kalian sudah akan melihan hutan pinus ini. Hutan pinus yang sangat lebat, sejauh mata memandang pandangan kita akan didominasi oleh pohon tinggi berbatang langsing ini. Tidak kalah cantiknya jika dibandingkan beberapa hutan pinus yang sudah terkenal beberapa tahun ini.
2.      Tebing batu rembesan
Ini nih yang berhasil membuat leea penasaran. Maksudnya apa sih kok namanya menakutkan plus unik begitu? Kemudian kami menemukan arah menuju tebing batu tersebut. Awalnya ragu, karna jalannya cukup sempit dan terlihat licin. Tapi karena memang penasaran, kita terjang saja. Jalan menuju tebing batu rembesan cukup jauh, menguras tenaga dan menguji nyali. Kanan jalan sudah benar-benar jurang. Apa jadinya apabila kita terperosok kedalam? Jangan di bayangkan.
Pemandangan menuju tebing batu luar biasa indahnya. Jurang berpadu dengan hijaunya hutan lebat dan ada anak sungai yang membelah hutan tersebut. Ah kalian harus melihatnya sendiri. Benar-benar indah.
Kemudian kami sampai di batu-batu besar dan kita harus melewati di bawahnya, duh mikir macem-macem lagi nih. Gimana kalau batunya roboh? Jadi apa kita? Jangan di bayangkan. Dibalik batu tersebut, pertanyaan tentang tebing batu rembesan terjawab sudah. Jadi ini benar-benar tebing batu pada umumnya. Keunikannya, tebing ini mengeluarkan air yang terus mengalir jadi nampak seperti hujan gerimis seperti itu. Di depan tebing nampak pemandangan hijau bercampur kabut lembut, kala itu.
pakai payung biar gak kehujanan ya..
3.      Mandi kabut
Mandi kabut artinya kita akan berkawan dengan kabut apabila kabut sedang turun di tempat ini. Mandi kabut ini dapat dijumpai apabila hari sudah cukup sore. Sekitar pukul 14.00 WIB. Bai pecinta kabut, pasti sukaaaa.
4.      Suara kicau burung
Di grenden ini masih sangat asri, burung burung pun banyak kita jumpai jenisnya disini. Mulai dari plentet hingga elang. Iya elang, kagum banget leea saat melihat elang terbang di atas pohon pinus. Kayaknya ini kali pertama leea menyaksikan elang jarak dekat deh. (Ndesooo) hehe
5.      View 1600 mdpl
Pemandangan kota magelang dapat kita saksikan dari tempat wisata ini jika sedang cerah. 1600 mdpl? Cukup tinggi ya.
6.      Spot selfi
Spot selfi disini sangat banyak. Mulai dari jembatan hati, rumah kurcaci, menara tinggi banget ga tau namanya, ayunan, kalimat-kalimat menggelitik dan masih banyak lagi. kalau pengen ber-hammock ria juga bisa loh.. gak punya hammock? Jangan khawatir, ada yang menyewakan hammock dengan harga terjangkau. Yakni cukup 5000 rupiah.
7.      Flying fox
Ada flying fox juga lhoo. Lengkap kan?  Cukup panjang lintasan flying fox  nya, 130 meter dengan bonus pemandangan yang aduhai indah dipandang mata. Cocok buat yang mengajak piknik sang buah hati.
8.      Downhill
Bagi kalian yang menyukai tantangan, boleh di coba ber downhill ria disini. Tentunya dengan trek yang bermacam-macam. Mulai ringan, berat, hingga sangat berat. Mau coba?
9.      Prewedding
Ga perlu dijelaskan yeee. Malah buat baper leea. huhuhu
10.  Sunset
Sunset itu matahari terbenam (buat yang belum tau leea kasih tahu). Bagi pecinta sunset kaya leea, tempat ini boleh dicoba. Meskipun leea juga belum pernah nyobain sunset disini. Hehe
11.  Outbond
Berhubung leea kesana pas nggak hari libur, jadi leea ga tau dimana tempat outbond nya.
12.  Campground
Kalau pengen camping ceria bisa kesini. ga kalah indahnya dengan yang di ungaran lhoo. Lahannya cukup luas. 50 tenda pun kayaknya muat.
Fasilitasnya cukup lengkap, ada tempat parkir, warung warung dengan harga wajar, toilet, dll.
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.
Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.



ini baru awal perjalanannya

pemandangan sebelum tebing batu rembesan

tebing batu

kapan kita prewed???


itu belakang ada menara dan rumah kurcaci. gak sempat kesana soalnya dikejar waktu