Tampilkan postingan dengan label wisata jawa tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata jawa tengah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Agustus 2019

Piknik Irit di Umbul Senjoyo

Piknik Irit di Umbul Senjoyo
Hallo, leea kembali lagi setelah sekitar 2 tahun menghilang dari tulis menulis. Dua tahun tidak menulis bukan berarti tidak bermain main lhoo ya. Main mainnya tetep, Cuma waktu menulisnya yang hilang. Karena tahun 2017 lalu alhamdulillah leea lulus sekolahnya, dan perjuangan banget nyari kerja kesana kemari dan alhasil enggak ada waktu buat nulis. insyaAllah setelah ini bisa aktif lagi nulisnya dan tentunya jalan-jalannya. Mungkin nanti juga perjalanan hidupku akan aku tulis juga buat jadi motivasi. hehe
Sesungguhnya banyak banget yang pengen ditulis, Cuma leea suka nulis yang lokal-lokal saja. Dan kali ini leea akan mengulas tentang salah satu sumber mata air yang ada di kota leea, yaitu Umbul Senjoyo. Nama sebuah pemandian sekaligus umbul (sumber mata air) yang sudah cukup populer di telinga warga sekitar khususnya kota salatiga dan kabupaten semarang karena mata air ini banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
Sumber mata air ini berada di . akses menuju lokasi ini tidak terlalu susah, jika kalian dari arah boyolali/solo, sebelum gapura yang bertuliskan “Selamat Datang Kota Salatiga, kalian sudah harus belok kanan (Sepertinya sudah ada plang bertuliskan senjoyo/tegalwaton). Dari situ, kalian hanya butuh lurus mengikuti jalan kurang lebih 500 meter dan telah sampai di umbul senjoyo. Untuk kalian yang dari arah salatiga/semarang, pacu kendaraan kalian di jalan raya semarang solo, kemudian 200meter setelah melewati terminal tingkir/ terminal kota salatiga, belok ke kiri ke arah tegalwaton. Ikuti jalan hingga sampai di tujuan.
Tempat parkir yang di sediakan pengelola cukup luas. Untuk kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp. 3000,- yang harus dibayarkan ketika kalian masuk. Sedangkan untuk kendaraan roda 4 dikenakan tarif Rp. 5000,- dan kalian tidak dikenakan biaya lagi untuk masuk kawasan umbul senjoyo ini. Sangat hemat bukan? Cocok yang ingin piknik tipis-tipis modal bensin dan nekat.
Kita mulai telusuri dari bagian terdekat tempat parkir ya, yang pertama ada sungai. Sungai dengan arus yang tidak terlalu deras dan cocok untuk kalian yang membawa anak kecil. Dikawasan ini terdapat penyewaan pelampung juga. Ada Ban bekas dan pelampung bebek, dengan harga variasi mulai dari Rp. 5000,-






Kedua, setelah pemanasan di sungai, kita menuju ke kolam yang sedikit tertutup yang biasa digunakan mandi ataupun mencuci pakaian. Tempat ini tidak banyak pengunjung, karena mungkin penutup yang digunakan di kolam ini nanggung, dalam artian tidak menutupi seluruhnya jadi kalau mau mandi disini pun bakalan kelihatan dari atas.
Selanjutnya, tempat favorit bagi kalian yang membawa ‘bekal’. Bekal? Iya bekal. Jadi jangan heran kalau kalian kesini banyak melihat emak emak atau pemuda pemudi yang membawa cucian dan karpet. Karena dulu sebelum se-rame sekarang, tempat ini seperti tempat mencuci karpet dan cucian bagi warga sekitar. Tempat ini berbentuk kolam persegi dengan luas sekitar 10 meter kali 15 meter. Cukup luas jika ingin digunakan untuk renang. O iya, kolam ini merupakan rumah dari puluhan bahkan ratusan ikan nila lhoo. Dan ikan disini memiliki besar sekitar paha orang dewasa. Besar bukan? Jadi coba lah nikmati sensasi berenang bersama ratusan ikan nila. Bisa juga kalian duduk di bibir kolam sambil merendam kaki kalian sambil menabur makanan ikan. Leea belum pernah coba yang ini, takut kalau pas di angkat jari jarinya ada yang berkurang. Hihi. Enggak kok, sepertinya aman dan banyak yang melakukan hal demikian disini lhoo. Untuk mendapatkan makanan ikan, kalian bisa bawa dari rumah, tapi kalau tidak sempat bawa, disini pun ada yang menjual dengan harga Rp. 2000,- untuk cup kecil dan Rp. 5000,- untuk satu bungkus makanan ikan ‘takari’.
Bagian ke empat, ada seperti danau/rawa/atau apa ya namanya. Berbentuk kubangan lingkaran dengan diameter sekitar 25 meter dan digunakan untuk wisata air. Ada peyewaan becak bebek dan harganya cukup terjangkau yakni Rp. 10.000,- untuk 15 menit dan dapat ditumpangi 2 orang dewasa.


Terakhir, terdapat kolam kecil dengan ukuran 7 meter x 5 meter. Kolam ini digunakan untuk mandi. Uniknya, pengunjung tidak dilarang untuk mandi, menggunakan sabun dan shampoo di kolam ini, jadi yasudah mandi dan bilas di tempat yang sama. Dan dengan segera, air kolam akan kembali bening. Airnya sangat sejuk bahkan kelewat sejuk jadi dingin. Semua kolam disini beralaskan batu ya, jadi jangan nyari kolam yang beralaskan keramik. Untuk kamar ganti, di berbagai titik sudah banyak disediakan.
Buat yang tanya kuliner, jangan takut kelaparan jika disini. Banyak penduduk yang menawarkan berbagai dagangannya mulai dari minuman hangat, minuman dingin, jagung bakar, sosis, nasi goreng, bakwan kawi, telur gulung, dan lain sebagainya. Tentu saja ada makanan khas nya, yaitu rolade jembak. Ada yang pernah mencoba? Kalau sudah sampai sini, jangan lupa cobain rolade jembaknya ya, urusan doyan apa enggaknya, yang penting dicoba dulu.
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.

Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.

Senin, 25 September 2017

Air Terjun Goa Semar, Potensi Alam di Kecamatan Banyubiru

Air Terjun Goa Semar, Potensi Alam di Kecamatan Banyubiru
Bukit Telomoyo, bukit imut menyimpan sejuta keindahan. Bagi pecinta air terjun seperti saya, Bukit Telomoyo adalah surganya. Karena apa? Bukit dengan ketinggian tidak mencapai 2000 mdpl tersebut menyimpan beberapa air terjun yang sungguh menyegarkan mata. Antara lain Air terjun Kali Pancur yang terletak di Getasan, kemudian Air Terjun Seloprojo yang pernah kami datangi tahun lalu, Air Terjun Sekar langit yang sudah masuk kawasan Magelang, Air Terjun Kembar Baladewa yang berada di Kec. Banyubiru, dan Air Terjun Goa Semar yang berada di Desa Sepakung yang akhir-akhir ini sedang menggalakkan potensi desanya untuk menjadi desa Wisata. Kesempatan kali ini, saya akan berbagi kisah mengenai Air Terjun Goa Semar yang beberapa hari lalu saya kunjungi.
Air Terjun Goa Semar ini berada di Dusun Srandil, Desa Sepakung, Kec. Banyubiru, Kab. Semarang. Dinamakan Goa semar karena berdekatan dengan lokasi ini terdapat Goa Semar yang konon katanya digunakan untuk semedi para pengunjung. Air Terjun Goa semar berada satu desa dengan Kali Kulon Sepakung  Lokasinya dapat dijangkau segala usia karena tidak perlu membelah hutan, mendaki gunung atau menyebrangi lautan. Untuk menuju ke wisata air ini dapat dicapai dengan dua jalan.
Pertama lewat banyubiru. Jika dari Salatiga, pilihlah jalan menuju banyubiru. Kemudian sesampainya di Pasar Gilang, belok kanan di jalan yang ada pos ojeknya atau arah menuju sepakung. Nah teman-teman tinggal lurus ikuti jalan hingga nanti bertemu dengan wisata Air Terjun tersebut di sebelah kanan. Kuncinya jangan putus asa, karena jalanan yang akan kita lewati didominasi tanjakan dan perjalanan sangat panjang.
Kedua lewat getasan, arahkan kendaraan menuju ke getasan atau arah kopeng. Sesampainya di pom mini di kiri jalan, kita belok kanan. Kemudian belok kanan lagi ke arah basecamp telomoyo/air terjun kali pancur. Ikuti saja jalan, air terjun berada di sebelah kiri nantinya. Kebalikan dengan cara pertama, jalur ini didominasi dengan turunan dan tikungan tajam.
Sesampainya di gerbang yang sekaligus menjadi tempat parkir, petugas parkir dengan ramah menyapa kami dan mengarahkan kami kemana langkah kami selanjutnya.
Kira-kira baru berjalan 10m, kita berteme dengan loket masuk. Perorang dikenakan biaya Rp. 5000 rupiah dan Rp. 2000 rupiah untuk parkir kendaraan roda dua. Sepanjang jalur perjalanan, terdapat pagar bambu yang dapat digunakan untuk berpegangan dan mempermudah jalan kita serta dibeberapa titik, terdapat shelter atau gazebo untuk melepas lelah. Sebelum sampai di air terjun, kita akan melewati perkebunan warga yang didominasi tumbuhan kopi yang tumbuh di kanan kiri jalur perjalanan.
Setelah berjalan kira-kira 100 m, kita akan sampai di Air Terjun Goa Semar. Air terjun ini memiliki debit air tidak terlalu deras, sehingga aman jika anak-anak ingin bermain air dibawah air terjun. Saya tidak dapat memperkirakan berapa tinggi air terjun ini, dan browsing kesana kemari juga tidak mendapatkan jawaban yang pas, maka untuk tingginya tidak saya tulis dahulu, nanti akan saya perbarui ketika sudah mendapatkan info yang akurat. Di sisi kanan air terjun telah disediakan tempat ganti pakaian bagi para pengunjung yang ingin mandi di air terjun.  Sayangnya, air ditempat tersebut sedikit kotor jadi saya tidak sampai hati jika akan mandi disana. Hehe
Ketika di air terjun, kami bertemu dengan Pak Yamin yang ketika itu sedang mencari biji kopi di lahannya yang berada di samping persis air terjun. Dari Pak Yamin, kami mendapatkan banyak informasi mengenai Air Terjun Goa Semar dan Goa Semar itu sendiri. Sebelum bertemu beliau, kami tidak tahu jika terdapat Goa juga, kami pikir Goa Semar hanyalah nama air terjun. Goa Semar berada cukup jauh dengan air terjun dengan tinggi 5 meter dan tidak tahu goa tersebut bermuara dimana. Menurut penuturan beliau, dahulu banyak pengunjung yang berkunjung untuk menuju ke Goa nya, bukan air terjun. Mereka ke Goa dengan tujuan untuk bersemedi. kondisi Goa tersebut bahaya, darurat. Tetapi bahaya yang seperti apa kami juga tidak paham. Dari Pak Yamin juga lah kami mengetahui jika Air Terjun Goa Semar akan kering ketika musim kemarau tiba.
Yuk jalan-jalan bersama orang terkasih. Luangkan sedikit waktu dan uangmu untuk menciptakan kebahagiaan. Jangan nyampah yes..
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.

Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.

Rabu, 23 Agustus 2017

Mawar Camp Area, Berakhir Pekan di Ketinggian

Mawar Camp Area, Berakhir Pekan di Ketinggian
Mawar – Selain menjadi salah satu nama bunga yang sangat cantik, nama tersebut digunakan untuk sebuah camp area dan jalur pendakian salah satu gunung di Jawa Tengah, Ya Gunung Ungaran.
Sesuai Namanya, Gunung Ungaran Terletak di Ungaran. Gunung ini memiliki 3 jalur pendakian. Yakni Melalui Promasan, Candi Gedong Songo dan Mawar. Jalur pendakian yang terakhir ini yang paling populer diantara dua yang lain. Bukan tentang pendakian yang akan kami tulis pada kesempatan kali ini, melainkan tentang Mawar sebagai Camp Area.
Memang sedang trend, jalur pendakian merangkap sebagai tempat wisata seperti yang telah kami tulis sebelumnya, yaitu Bukit Harapan Cuntel yang berada di jalur pendakian Merbabu. Mawar itu sendiri terkenal sebagai Camp Area yang menyuguhkan pemandangan Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Sunrise pada pagi hari, dan Gemerlap Bintang pada malam hari.
Mawar Camp Area terletak di kaki Gunung Ungaran sebelah Tenggara. Tepatnya terletak di Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Berudara sejuk hingga dingin karena berada di kaki gunung. Mawar Camp Area ini berdekatan dengan wisata Umbul Sidomukti dan Pondok Kopi lhoo, mungkin masyarakat lebih mengenal tempat wisata hits tersebut. Padahal Mawar tidak kalah hits. Hihi


Bagaimana cara menuju kesana? Bagi teman-teman dari Semarang/Salatiga, mari pacu kendaraan menuju Karang Jati, nanti ada petunjuk untuk menuju Candi Gedong Songo, ikutilah (Jika dari Semarang Belok kanan, jika dari Salatiga belok kiri) kemudian kalian akan menjumpai pasar jimbaran (Kalau tidak salah pasar pertama yang dijumpai), pasar berada di sebelah kiri, kemudian di depan pasar (sebelah kanan kita) terdapat gapura menuju ke Umbul Sidomukti, Mawar Terletak setelah Wisata Umbul Sidomukti. Jadi ikuti saja jalan ke Umbul Sidomukti. Ada jalan alternatif lain yaitu melewati perkebunan warga. Tidak ada petunjuk arah yang jelas jika melewati jalur ini dan jalannya menanjak dan sangat sempit (Hanya dapat dilalui sepeda motor). Apabila malam datang tidak ada penerangan sama sekali kecuali dari motor kita. Nilai plus dari jalan alternatif ini adalah kita tidak perlu banyak mengeluarkan uang seperti halnya melewati jalur Umbul Sidomukti yang banyak dijumpai loket-loket disepanjang jalannya (Sekitar 2-3 loket sepertinya).


Sesampainya di pintu masuk, kita diharuskan melapor dan membayar retribusi sebesar Rp. 3000 Untuk parkir sepeda motor dan Rp. 5000 per orang. Di tempat camping ini Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, mulai dari lahan parkir yang mampu menampung ratusan sepeda motor, camp area yang sangat luas dapat menampung ratusan tenda, kamar mandi yang cukup banyak dan bersih, tempat beribadah, warung yang menjajakan berbagai makanan dan minuman, hingga rumah pohon untuk berfoto ria.
Kita bebas mendirikan tenda dimana saja selama lahan tersebut belum ada tenda dan belum di pesan oleh kelompok tertentu. Apabila kita ingin mendirikan tenda dan tidak membawa tenda, jangan khawatir karena di sana terdapat penyewaan tenda juga. Tempat wisata ini akan sesak pengunjung apabila weekend tiba dan hari libur nasional. Jadi, jika mengagendakan akan bermalam disini pada hari libur, disarankan untuk datang tidak terlalu petang, karena akan kesusahan mencari lahan kosong yang letaknya strategis untuk melihat sunrise di pagi hari.
Ketika malam tiba, kita dapat melihat kerlap kerlip bintang di langit dan bintang di bumi. Sangat mengasyikkan apabila kita tiduran di atas karpet dengan beratapkan langit luas. Kita dapat menikmati ketenangan suasana pegunungan ditambah bonus ribuan bintang yang menyegarkan mata dan pikiran. Atau sekedar ‘ngopi’ dan menyaksikan bintang di bawah. Bintang di bawah? Ya, gemerlap lampu-lampu kota yang bersinar ditengah gelapnya malam. Tidak kalah indah menyaksikan Kota Semarang dari ketinggian dimalam hari. Apalagi ditemani sang terkasih. Ingin coba? Agendakan
Bukan hanya malam hari yang mempesona, pagi pun tak kalah cantiknya. Setelah sholat subuh, perlahan langit gelap mulai menjadi terang dengan perlahan. Momen pergantian warna inilah yang ditunggu-tunggu. Langit berwarna orens mulai dari timur disusul matahari pagi yang membawa kehangatan. Eh iya, pagi hari di mawar cukup dingin lhoo, siapkan baju hangat ya. Atau mau jalan-jalan memakai sleeping bag?
Bagi yang hobi foto-foto, disebelah timur terdapat kumpulan botol air mineral bekas yang disusun berbentuk lambang hati dengan tulisan “Mawar Camp Area” di tengah bagian atasnya. Atau foto dengan latar belakang tenda berwarna-warni juga indah lhoo. Yuk tunggu apa lagi.
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.
Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.



pemandangan semarang di dini hari

nungguin sunrise dan jodoh *eh

muka belum mandi yes

asyik juga menikmati pemandangan dari balik pintu tenda

ganteng ya *eh




ada rumah pohonnya juga lhoo

buat prewed bisa banget

Kamis, 15 Juni 2017

Kampung Pelangi Wonosari, Wisata Hits di Semarang

Kampung Pelangi Wonosari, Wisata Hits di Semarang

(Kampung Pelangi Semarang)
Setelah beberapa minggu yang lalu bermain di Kali Warna Bejalen di Ambarawa, Kali ini mau berbagi informasi tentang yang warna warni lagi. Yaitu perkampungan padat penduduk di tengah Kota Semarang yang sedang hits akhir-akhir ini. Kampung Pelangi namanya.
Kampung yang terletak di belakang Pasar Kembang Randusari ini dahulunya perkampungan padat penduduk di tepi sungai yang terlihat kumuh. Tapi siapa sangka kampung ini kini menjadi tempat berburu spot foto yang sudah cukup banyak pengunjungnya.
Dimana letaknya? Kampung Pelangi ini terletak di tengah kota semarang, dekat dengan Tugu Muda Semarang. Tepatnya di Dusun Wonosari, Kelurahan Randusari, Semarang, Jawa Tengah. Kampung ini terletak di belakang persis Pasar Kembang Semarang, sebelah timur laut RSUP Karyadi, kira-kira 1 KM sebelah barat daya Tugu Muda Semarang. Tidak terlalu sulit untuk mencari keberadaan kampung penuh warna ini karena letaknya strategis dan berdekatan dengan tepi jalan raya.  Banyak sumber mengatakan jika wisata ini bernama “Kalisari”, tapi jujur saya tidak mengerti darimana asal kalisari tersebut. Hehe
Untuk rute, saya sendiri agak bingung. Hihi. Kalau teman-teman berdomisili di Semarang, pasti sudah paham dengan ulasan diatas. Jika kalian dari luar kota, silahkan teman-teman mencari Tugu Muda Semarang, sesampainya di Tugu Muda, kalian mengikuti petunjuk arah ke RSUP dr. Karyadi atau arah ke Jogja/Solo. Nah, sebelum sampai di RSUP dr. Karyadi disebelah kiri akan ada pasar kembang. Kampung Pelangi berada persis di belakang Pasar tersebut.
Untuk biaya, karena kampung pelangi ini terbilang masih baru dan belum sepenuhnya selesai pengerjaannya, maka kami hanya cukup membayar parkir saja. Biaya parkir sepeda motor Rp. 2000 Rupiah, untuk Mobil saya kurang tahu, mungkin ya harga parkir normal naik sedikit lah.
Mari kita kupas tuntas mengenai Kampung Pelangi ini. Sesampai kita di pasar kembang, mas dan bapak tukang parkir akan langsung membantu kita untuk menyebrang (bagi yang dari RSUP dr. Karyadi) dan mengarahkan kita ke lahan parkir yang kosong. Untuk lahan parkir ini terbilang cukup luas dan cukup memadai, walaupun jika panas kepanasan dan hujan kehujanan serta alas yang masih berupa tanah dan batu-batu kecil.
Dari lokasi parkir, kita hanya perlu menyebrang jembatan yang tentunya berwarna-warni juga untuk sampai ke Kampung penuh warna ini. Untuk mengelilingi Kampung Pelangi ini dibutuhkan tenaga ekstra, karena pada awal perjalanan tidak ada pilihan lain selain tanjakan, tanjakan, dan sekali lagi tanjakan. Hingga mentok diaatas kita akan berjumpa dengan Tempat Pemakaman Umum dan akan membuat kita sedikit kebingungan. Apabila kebingungan, jangan khawatir. Warga dikampung ini sangat ramah. Apabila kita bertanya dan sopan, pasti akan dijawab juga dengan ramahnya.
Kampung ini merupakan perkampungan padat penduduk. Hampir dari rumah ke rumah tidak ada jarak. Gang nya pun hanya berukuran 2-3 meter saja dan hanya mampu dilalui motor. Uniknya, hampir semua tembok di kampung ini di cat dengan berbagai warna menarik. Serta di beri gambar-gambar yang menarik pula untuk di jadikan latar belakang untuk foto. Banyak sekali kartun yang dilukis di tembok-tembok rumah disana. Antara lain, spongebob, doraemon, mario bros, mickey mouse, dan masih banyak lagi. Bukan hanya tembok saja yang warna warni, jalan pun dilukis dengan berbagai motif. Pot bunga di cat warna warni, hingga genteng pun di cat dengan berbagai warna. Menarik sekali bukan?
Ketika kita sudah sampai di puncak (pentok makam), kita juga dapat menyaksikan kota semarang dari ketinggian serta sunset pada sore hari dan genteng yang berwarna-warni lhoo. Bagaimana? Yang sudah coba ingin kembali lagi? yang belum coba ingin atau tidak?
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.

Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.
kampung pelangi Semarang

kampung pelangi Semarang

kampung pelangi Semarang

kampung pelangi Semarang

kampung pelangi Semarang

kampung pelangi Semarang



Bukit Harapan Cuntel, Pohon Kering diatas Bukit

Bukit Harapan Cuntel, Pohon Kering diatas Bukit
Cuntel, Sebuah nama desa yang tentunya sudah tidak asing bagi pendaki yang pernah menapakkan kakinya di Gunung Merbabu karena Cuntel merupakan salah satu jalur favorit pendakian gunung tersebut. Desa ini merupakan desa terakhir menuju ke puncak merbabu melalui sisi utara. Namun yang akan kami sampaikan saat ini bukan tentang pendakian gunung merbabu, melainkan wisata yang cukup memanjakan mata di Desa Cuntel ini sendiri. Yakni BHC atau Bukit Harapan Cuntel.
Bukit Harapan Cuntel atau yang biasa disebut BHC merupakan wisata yang menyuguhkan pemandangan yang sungguh indah. Wisata ini terletak di Cuntel, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kab. Semarang. Tempat wisata ini terdapat sebuah pohon kering yang terdapat papan tanpa atap dan disertai tangga untuk membantu kita sampai ke atas. Pohon kering tersebut merupakan ikon tempat ini.
Rute menuju wisata ini tidaklah sulit. Jika teman-teman dari semarang, salatiga, atau solo yang pertama harus dicari adalah perempatan salib putih yang berada di jalan lingkar selatan Salatiga, kemudian ke arah barat sekitar 15 km menuju Kopeng. Sebelum taman Wisata Keluarga Kopeng, terdapat pertigaan yang terdapat arah ke basecamp Merbabu, kalian cukup ikuti petunjuk tersebut. Sesampainya di basecamp Merbabu, kita masih perlu belok ke kanan dan ikuti petunjuk ke BHC/Pohon Kering. Oh ya, sebelum basecamp juga ada wisata Pohon Kering, tapi bukan itu yang saya maksud di tulisan kali ini.
Sebelum sampai di lokasi, kita perlu memarkirkan kendaraan kita di lahan parkir yang telah disediakan oleh warga. Kita dikenakan biaya Rp. 2000 untuk parkir sepeda motor dan Rp 5000 untuk mobil. Kemudian kami harus berjalan sekitar 50m untuk sampai di pohon kering. Sesampai di pohon kering, kita dikenakan biaya Rp. 2000 per orang. Sangat terjangkau bukan?
Nah kita sudah sampai dilokasi, dari sini kita dapat melihat Gunung Telomoyo, Gunung Andong dengan sangat jelas. Rawa Pening juga terlihat dari atas sini. Tentunya pemandangan seperti disini tidak bisa kita nikmati disembarang tempat.
Selain terdapat pohon kering, wisata ini dilengkapi dengan gazebo-gazebo sekedar untuk melepas lelah, juga ada ayunan serta warung. Tempat wisata ini sudah cukup baik, hanya saja lahannya yang terlalu sempit sehingga membuat kita harus sedikit menunggu jika ingin berfoto. Tapi secara keseluruhan sudah bagus kok.
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.

Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.



ini pohon kering yang menjadi ikon

ini pohon sebelah. bukan di BHC ya

pohon kering bukit harapan cuntel

ada ayunannya juga lhoo

di kaki gunung merbabu



Goa Rong View, Menikmati Rawa Pening dari Ketinggian

Goa Rong View, Menikmati Rawa Pening dari Ketinggian
Goa Rong/Gunung Rong – Merupakan wisata yang menyuguhkan pemandangan Rawa Pening dari atas bukit. Sesuai namanya, di tempat wisata ini terdapat goa kecil tetapi tidak dapat dimasuki karena ukurannya yang kecil. Selain itu, terdapat resto yang menyediakan aneka makanan dan minuman serta terdapat tempat untuk mengadakan suatu acara.
Wisata yang satu ini terletak di Tlogo, Kec. Tuntang, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Wisata Goa Rong ini berada di atas perbukitan yang menyulitkan kita untuk menjangkaunya, tetapi tenang saja. Tetap terjangkau kok, baik dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda motor bahkan mobil.
Rute nya, apabila teman-teman dari arah semarang/salatiga pertama yang harus dicari adalah pertigaan tuntang dekat dengan jembatan tuntang. Di pertigaan ini telah terdapat petunjuk arah, yaitu menuju desa tlogo. Bagi yang dari Semarang belok ke kiri, bagi yang dari Salatiga belok ke kanan. Kemudian berjalan mengikuti jalan cukup jauh. Setelah lapangan tlogo, terdapat pertigaan yang di sebelah kanan ada warungnya, nah teman-teman bisa belok ke kanan. Kita akan memasuki jalan desa, memang jalannya sempit, sepi, dan banyak persimpangan, tapi kita tetap istiqomah di jalan yang lurus saja. Jika teman-teman bingung, banyak warga sekitar yang dapat kita tanyai, jadi jangan ragu untuk bertanya. Seperti yang saya sebutkan di awal, lokasinya cukup terpencil dan harus melewati perkebunan yang cukup sepi.
Sebelum menaiki bukit, kita akan dimintai untuk membayar tiket masuk terlebih dahulu. Terakhir saya ke sana tiketnya sebesar Rp. 8000 perorang yang nanti dapat ditukarkan dengan soft drink dan Rp. 2000 untuk parkir sepeda motor.
Urusan administrasi telah selesai, saat nya kita berjuang lagi. Kita harus sedikit mendaki bukit ini. Saya sarankan siapkan kendaraan yang sehat lahir batin ya. Hihi. Untuk sampai di puncak bukit, kita dihadang jalan menanjak tanpa ampun sedikitpun. Tetapi dengan kesabaran dan ketelatenan, akhirnya kita dapat sampai di puncak bukit. Oh iya, selain dengan kendaraan, kita juga dapat mendaki dengan kaki lhoo. Sekitar setengah – satu jam saja kita sudah sampai di atas dengan berjalan kaki membelah rimbunnya hutan.
Sesampainya di atas, langsung disambut petugas parkir yang mengarahkan kita untuk memarkirkan kendaraan kita di tempat yang masih kosong. Lahan parkir sudah cukup luas. Kemudian dengan berjalan kaki kita dapat menikmati rawa pening dari ketinggian, atau sekedar bersantai di gazebo-gazebo yang telah disediakan. Tempat ini cocok dijadikan sebagai rekreasi keluarga, karena terdapat taman dan beberapa permainan anak-anak serta terdapat beberapa macam hewan, mulai dari burung hingga kelinci. Apabila lapar, kita dapat memesan makanan atau sekedar membeli minuman kemasan di Resto-nya.
Ada yang tanya tentang Goa Rong-nya? Goa tersebut berada di pertengahan bukit. Maksudnya ada di tengah-tengah antara loket karcis dan puncak. Apabila teman-teman memilih untuk mendaki bukit ini, maka akan dengan mudah menemukan Goa Rong tersebut, tetapi jika teman-teman menggunakan kendaraan, kita perlu turun kembali melalui jalur yang sudah disediakan dan jalannya pun sudah cukup bagus karena telah dibuatkan anak tangga. Berbeda dengan kali pertama saya main ke tempat wisata ini, belum dapat dilalui motor dan masih berupa tanah ditutupi dengan batu-batu kecil. Tiket masuknya pun masih sangat murah, yakni hanya perlu bayar parkir motor Rp. 2000. Hihi
Saya sarankan bagi yang tidak kuat jalan jauh, tidak perlu mengunjungi Goa nya, karena perjalanan sangat menguras tenaga, daripada bisa sampai goa nya dan tidak dapat naik lagi.. :D
Kabarnya, di Goa Rong View ini kita bisa melihat Sunrise dan Sunset lhoo. Tapi kami sendiri belum pernah nyoba, nanti kalau sudah nyoba kita bakalan berbagi dengan teman-teman kok.
Oh iya ada yang unik, di wisata ini disediakan mushola kecil. Yang membuat unik, mushola ini tembus pandang ke pemandangan Rawa Pening dan hijaunya perkebunan. Membuat susah konsentrasi ketika sholat. Yuk cobain!
Jika ingin menikmati Rawa Pening dari dekat, teman-teman bisa mengunjungi Jembatan Biru
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.

Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.
kalau cuaca cerah, pemandangannya ajiib!!

ini goa nya yang tidak seberapa

belakang sudah rawa pening lhoo

duduk bersantai gi gazebo goa rong. alay? yoben. haha

arena bermain goa rong

kelinci di goa rong



Minggu, 09 April 2017

Hutan Pinus Grenden di Pogalan Magelang, Liburan Paket Komplit

Hutan Pinus Grenden di Pogalan Magelang, Liburan Paket Komplit
Dalam tulisan kali ini kami ingin berbagi kisah dan pengalaman selama jalan-jalan. Masih di hawa yang dingin dingin syahdu gitu, kalau di postingan lalu di kawasan selo, kali ini melesat menyebrangi gunung merbabu ke daerah magelang yaitu ke konsevasri alam Grenden. Mungkin sudah banyak yang kenal dengan tempat wisata yang satu ini, untuk yang belum tahu bisa disimak tulisan leea kali ini yes.
Konservasi alam Grenden merupakan wisata alam yang menyajikan berbagai macam pilihan wisata yang dapat dinikmati mulai usia belia hingga dewasa menjelang tua. Sesuai namanya, wisata grenden ini terletak di Dusun Grenden, Desa Pogalan, Pakis, Magelang, Jawa tengah. Berada di lereng gunung merbabu, desa ini memiliki udara yang dingin dan pemandangan yang menakjubkan. Lalu, apa saja wisata yang ada di grenden ini? Banyaaak sekali, antara lain
1.      Hutan pinus
2.      Tebing batu rembesan
3.      Mandi kabut
4.      Suara kicau burung
5.      View 1600 mdpl
6.      Spot selfi
7.      Flying fox
8.      Downhill
9.      Prewedding
10.  Sunset
11.  Outbond
12.  Campground
Banyak sekali bukan? Tertarik liburan bersama terkasih ke tempat indah ini? Dikesempatan yang berbahagia ini sekalian akan ku share rute menuju ke surga tersembunyi ini. Di pahami ya.
Jika kalian dari salatiga, arahkan kendaraan kalian ke arah kopeng, ikuti jalan saja hingga ketemu pertigaan arah ke ketep pass. kemudian ikuti jalan menuju gardu pandang ketep pass dan top selfi. Grenden ini terletak di kiri jalan setelah top selfi dan sebelum ketep pass. Alangkah indahnya jika berlibur ke grenden sekalian mampir ke top selfi dan ketep pass sekalian ya.
Jika kalian dari arah borobudur, maka letak wisata ini di kanan jalan setelah ketep pass dan sebelum top selfi. Kalian akan melihat MMT besar bertuliskan GRENDEN dan berbagai wisata yang ditawarkan.
Setelah MMT grenden tersebut, kalian hanya butuh untuk mengikuti jalan yang cukup mengerikan. Jalannya sudah lumayan, tanah diberi alas batu batu yang disusun sungguh cantik. Kemudian akan melewati pemukiman penduduk dan melewati jalan dua tapak. Cukup sepi, tapi jangan khawatir, bebas begal. insyaAllah.
Untuk biaya masuknya, Ketika kami berlibur, kami hanya berdua. Kami dikenai biaya masuk 3000 rupiah perorang. Dan 2000 untuk parkir motor. Mungkin akan sedikit naik jika hari libur.
Okay, akan kita kupas satu persatu wana wisata tersebut.
1.      Hutan pinus
Jika sudah sampai di loket grenden, kalian sudah akan melihan hutan pinus ini. Hutan pinus yang sangat lebat, sejauh mata memandang pandangan kita akan didominasi oleh pohon tinggi berbatang langsing ini. Tidak kalah cantiknya jika dibandingkan beberapa hutan pinus yang sudah terkenal beberapa tahun ini.
2.      Tebing batu rembesan
Ini nih yang berhasil membuat leea penasaran. Maksudnya apa sih kok namanya menakutkan plus unik begitu? Kemudian kami menemukan arah menuju tebing batu tersebut. Awalnya ragu, karna jalannya cukup sempit dan terlihat licin. Tapi karena memang penasaran, kita terjang saja. Jalan menuju tebing batu rembesan cukup jauh, menguras tenaga dan menguji nyali. Kanan jalan sudah benar-benar jurang. Apa jadinya apabila kita terperosok kedalam? Jangan di bayangkan.
Pemandangan menuju tebing batu luar biasa indahnya. Jurang berpadu dengan hijaunya hutan lebat dan ada anak sungai yang membelah hutan tersebut. Ah kalian harus melihatnya sendiri. Benar-benar indah.
Kemudian kami sampai di batu-batu besar dan kita harus melewati di bawahnya, duh mikir macem-macem lagi nih. Gimana kalau batunya roboh? Jadi apa kita? Jangan di bayangkan. Dibalik batu tersebut, pertanyaan tentang tebing batu rembesan terjawab sudah. Jadi ini benar-benar tebing batu pada umumnya. Keunikannya, tebing ini mengeluarkan air yang terus mengalir jadi nampak seperti hujan gerimis seperti itu. Di depan tebing nampak pemandangan hijau bercampur kabut lembut, kala itu.
pakai payung biar gak kehujanan ya..
3.      Mandi kabut
Mandi kabut artinya kita akan berkawan dengan kabut apabila kabut sedang turun di tempat ini. Mandi kabut ini dapat dijumpai apabila hari sudah cukup sore. Sekitar pukul 14.00 WIB. Bai pecinta kabut, pasti sukaaaa.
4.      Suara kicau burung
Di grenden ini masih sangat asri, burung burung pun banyak kita jumpai jenisnya disini. Mulai dari plentet hingga elang. Iya elang, kagum banget leea saat melihat elang terbang di atas pohon pinus. Kayaknya ini kali pertama leea menyaksikan elang jarak dekat deh. (Ndesooo) hehe
5.      View 1600 mdpl
Pemandangan kota magelang dapat kita saksikan dari tempat wisata ini jika sedang cerah. 1600 mdpl? Cukup tinggi ya.
6.      Spot selfi
Spot selfi disini sangat banyak. Mulai dari jembatan hati, rumah kurcaci, menara tinggi banget ga tau namanya, ayunan, kalimat-kalimat menggelitik dan masih banyak lagi. kalau pengen ber-hammock ria juga bisa loh.. gak punya hammock? Jangan khawatir, ada yang menyewakan hammock dengan harga terjangkau. Yakni cukup 5000 rupiah.
7.      Flying fox
Ada flying fox juga lhoo. Lengkap kan?  Cukup panjang lintasan flying fox  nya, 130 meter dengan bonus pemandangan yang aduhai indah dipandang mata. Cocok buat yang mengajak piknik sang buah hati.
8.      Downhill
Bagi kalian yang menyukai tantangan, boleh di coba ber downhill ria disini. Tentunya dengan trek yang bermacam-macam. Mulai ringan, berat, hingga sangat berat. Mau coba?
9.      Prewedding
Ga perlu dijelaskan yeee. Malah buat baper leea. huhuhu
10.  Sunset
Sunset itu matahari terbenam (buat yang belum tau leea kasih tahu). Bagi pecinta sunset kaya leea, tempat ini boleh dicoba. Meskipun leea juga belum pernah nyobain sunset disini. Hehe
11.  Outbond
Berhubung leea kesana pas nggak hari libur, jadi leea ga tau dimana tempat outbond nya.
12.  Campground
Kalau pengen camping ceria bisa kesini. ga kalah indahnya dengan yang di ungaran lhoo. Lahannya cukup luas. 50 tenda pun kayaknya muat.
Fasilitasnya cukup lengkap, ada tempat parkir, warung warung dengan harga wajar, toilet, dll.
Sekian pengalaman piknik kami. Sisihkan uangmu, langkahkan kakimu, tangkap potret keindahan alam melalui kedua lensamu.
Dari saya pecinta es susu coklat. Penikmat lembayung senja, sunrise, sunset, kabut, dan kamu.. tunggu kisah kami berikutnya.
Follow IG @rizkyamaalliiaa ya untuk lihat lebih banyak lihat galeri leea.



ini baru awal perjalanannya

pemandangan sebelum tebing batu rembesan

tebing batu

kapan kita prewed???


itu belakang ada menara dan rumah kurcaci. gak sempat kesana soalnya dikejar waktu